28.9.10

Selembar bulu mata

Konon di Hari Pembalasan kelak, ada seorang
hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah,
menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat
maksiat. Tetapi ia bersikeras membantah. "Tidak.
Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya
tidak melakukan semua itu."
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-
betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam
dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri
dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi
anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg
sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.
Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-
saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa
kecuali aku dan
suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.
Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg
memandangi." Disusul oleh
telinga, "Saya yg mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang
mencium." Bibir mengaku,
"Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan
meneruskan, "Saya
yang meraba dan meremas."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika
ketahuan." "Nah kalau
kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan
memberikan kesaksian
tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.
Orang tersebut tidak
dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa
dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal
dijebloskan ke dalam
jahanam.
Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari
tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu,
sekonyong-konyong
terdengar
suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:
"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai
saksi."
"Silakan", kata malaikat.
"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu
tengh malam yg
lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata
ketika ia sedang
menangis menyesali perbuatan buruknya.
Bukankah nabinya pernah
berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba
kemudian bertobat,
walaupun selembar bulu matanya saja yg
terbasahi air matanya,
namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api
neraka? Maka
saya, selembar bulu matanya, berani tampil
sebagai saksi bahwa ia
telah melakukan tobat sampai membasahi saya
dengan air mata
penyesalan."
Konon, dengan kesaksian selembar bulu mata itu,
orang tersebut
di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga.
Sampai terdengar
suara bergaung kepada para penghuni
surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan
ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu
mata."

sumber : Arroisi, Abdurrahman K.H.

Unknown

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright @ 2013 Hidarikiki no Novay.