Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul.
Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih.
Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan masing-masing mendidih. Selama itu ia terdiam seribu basa.
Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api.
Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring.
Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.
Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat, nak?"
"Wortel, telur, dan kopi, " jawab sang anak.
Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak.
Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras.
Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. "Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak.
Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang
berbeda-beda.
Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu.
"Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya. "Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu?
Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
28.9.10
9/28/2010 01:58:00 PM
9/28/2010 01:57:00 PM
Wasiat Rasullulah S.A.W kepada Aisyah R.A
WASIAT ROSULULLOH S.A.W. KEPADA AISYAH R.A
Saiyidatuna 'Aisyah r.'a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :
"Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini..."
Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau.
Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.
Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah
(b) tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila
dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
(c) mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah
(d) membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.
Wahai, Aisyah, ketahuilah :
(a) bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah
(b) bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah
menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.
(c) bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.
(d) bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.
(e) bahwa wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sembahyangnya.
(f ) bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek- robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama
dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;
(g) bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari rapi.
(h) bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.
(i) bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.
(j) bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.
Saiyidatuna 'Aisyah r.'a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :
"Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini..."
Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau.
Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.
Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah
(b) tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila
dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
(c) mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah
(d) membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.
Wahai, Aisyah, ketahuilah :
(a) bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah
(b) bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah
menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.
(c) bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.
(d) bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.
(e) bahwa wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sembahyangnya.
(f ) bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek- robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama
dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;
(g) bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari rapi.
(h) bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.
(i) bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.
(j) bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.
9/28/2010 01:57:00 PM
Untuk seorang teman
terlalu sibuk untuk seorang teman
Suatu hari seorang guru meminta kepada para muridnya untuk membuat daftar semua nama murid di kelas itu pada dua lembar kertas, dan memberikan tempat kosong di setiap nama. Kemudian ia meminta mereka untuk memikirkan hal yang terbaik mengenai teman mereka dan
menuliskannya.
Tugas itu ternyata menyita sisa waktu pelajaran untuk diselesaikan, dan ketika para murid meninggalkan kelas, setiap orang menyerahkan hasilnya.
Sabtu itu, sang guru menuliskan nama dari setiap murid di kertas yang terpisah, lalu membuat daftar apa yang telah dikatakan oleh murid yang lain mengenai murid itu.
Dan pada hari Senin, ia memberikan setiap murid daftarnya. Tidak lama kemudian, seluruh kelas mulai tersenyum.
"Sungguh?" ia mendengar suara bisik-bisik.
"Aku tidak tahu bahwa aku berarti untuk orang lain!" dan, "Aku tidak tahu kalau yang lain sangat menyukaiku." Begitulah komentar yang didengar oleh sang guru.
Tidak ada orang yang menyinggung daftar itu di kelas lagi. Ia tidak pernah tahu apakah para murid membicarakannya di luar kelas atau kepada para orang tua mereka, tetapi tidak masalah. Latihan itu telah sampai tujuannya. Para murid sangat bahagia dengan komentar itu dan menyukai satu sama lainnya.
Beberapa tahun kemudian, salah seorang dari murid itu tewas terbunuh di VietNam dan gurunya menghadiri pemakaman murid itu. Ia tidak pernah melihat seorang tentara di dalam peti jenazah militer sebelumnya.
Muridnya itu sangat tampan, sangat dewasa.
Seluruh gereja dipenuhi oleh teman-temannya. Satu persatu yang mencintainya menghampiri peti jenazah itu. Sang guru adalah orang yang terakhir yang mengucapkan salam perpisahan.
Ketika ia berdiri di sana, salah seorang dari tentara yang bertugas sebagai pengangkut peti jenazah itu menghampirinya.
"Apakah kamu guru matematikanya Mark?" tanyanya.
Sang guru mengangguk, "iya."
Kemudian tentara itu melanjutkan : "Mark banyak membicarakan dirimu."
Setelah pemakaman, bekas teman sekelas Mark bersama-sama pergi ke tempat makan siang.
Ayah dan ibu Mark ada di sana, sangat jelas terlihat bahwa mereka tidak sabar untuk berbicara dengan guru Mark.
"Kami ingin memperlihatkan sesuatu kepadamu," kata ayah Mark, sambil mengambil dompet dari sakunya.
"Mereka menemukan benda ini pada Mark ketika ia tewas. Kami kira Anda mungkin akan mengenalinya."
Sambil membuka dompet itu, ayah Mark dengansangat hati-hati mengeluarkan dua lembar kertas yang sudah diisolasi, dilipat berkali-kali. Sang guru langsung mengenalinya, bahwa kertas itu adalah kertas yang dibuat olehnya berisikan daftar kebaikan Mark yang ditulis oleh teman-teman sekelasnya.
"Terima kasih karena telah melakukan hal itu," ibu Mark berkata.
"Seperti yang Anda lihat, Mark menyimpannya sebagai salah satu hartanya."
Semua mantan teman sekelas Mark mulai berkumpul.
Charlie tersenyum dengan malu-malu sambil berkata, "Aku juga masih menyimpan daftarku.
Daftarku itu berada di bagian atas laci meja belajarku di rumah."
Istri Chuck berkata, "Chuck memintaku untuk meletakkannya di album pernikahan kami."
"Aku juga memilikinya," kata Marilyn. "Daftarku ada dalam buku harianku."
Kemudan Vicki, teman sekelas yang lain, mengambil buku sakunya, kemudian mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan daftarnya yang sudah kusam dan lecek kepada yang lain.
"Aku membawanya bersamaku setiap waktu," ujar Vicki, lalu sambungnya : "Aku rasa kita semua menyimpan daftar kita masing-masing."
Pada saat itu, sang guru terduduk dan menangis. Ia menangis karena Mark dan seluruh temannya tidak akan mungkin melihat Mark kembali.
Begitu banyak orang yang datang dan pergi di kehidupan kita. Dan kita tidak mengetahui kapan
hari itu akan tiba.
Jadi katakanlah kepada orang yang Anda kasihi dan cintai, bahwa mereka sangat penting dan
spesial dalam kehidupan Anda. Katakanlah kepada mereka sebelum terlambat.
Suatu hari seorang guru meminta kepada para muridnya untuk membuat daftar semua nama murid di kelas itu pada dua lembar kertas, dan memberikan tempat kosong di setiap nama. Kemudian ia meminta mereka untuk memikirkan hal yang terbaik mengenai teman mereka dan
menuliskannya.
Tugas itu ternyata menyita sisa waktu pelajaran untuk diselesaikan, dan ketika para murid meninggalkan kelas, setiap orang menyerahkan hasilnya.
Sabtu itu, sang guru menuliskan nama dari setiap murid di kertas yang terpisah, lalu membuat daftar apa yang telah dikatakan oleh murid yang lain mengenai murid itu.
Dan pada hari Senin, ia memberikan setiap murid daftarnya. Tidak lama kemudian, seluruh kelas mulai tersenyum.
"Sungguh?" ia mendengar suara bisik-bisik.
"Aku tidak tahu bahwa aku berarti untuk orang lain!" dan, "Aku tidak tahu kalau yang lain sangat menyukaiku." Begitulah komentar yang didengar oleh sang guru.
Tidak ada orang yang menyinggung daftar itu di kelas lagi. Ia tidak pernah tahu apakah para murid membicarakannya di luar kelas atau kepada para orang tua mereka, tetapi tidak masalah. Latihan itu telah sampai tujuannya. Para murid sangat bahagia dengan komentar itu dan menyukai satu sama lainnya.
Beberapa tahun kemudian, salah seorang dari murid itu tewas terbunuh di VietNam dan gurunya menghadiri pemakaman murid itu. Ia tidak pernah melihat seorang tentara di dalam peti jenazah militer sebelumnya.
Muridnya itu sangat tampan, sangat dewasa.
Seluruh gereja dipenuhi oleh teman-temannya. Satu persatu yang mencintainya menghampiri peti jenazah itu. Sang guru adalah orang yang terakhir yang mengucapkan salam perpisahan.
Ketika ia berdiri di sana, salah seorang dari tentara yang bertugas sebagai pengangkut peti jenazah itu menghampirinya.
"Apakah kamu guru matematikanya Mark?" tanyanya.
Sang guru mengangguk, "iya."
Kemudian tentara itu melanjutkan : "Mark banyak membicarakan dirimu."
Setelah pemakaman, bekas teman sekelas Mark bersama-sama pergi ke tempat makan siang.
Ayah dan ibu Mark ada di sana, sangat jelas terlihat bahwa mereka tidak sabar untuk berbicara dengan guru Mark.
"Kami ingin memperlihatkan sesuatu kepadamu," kata ayah Mark, sambil mengambil dompet dari sakunya.
"Mereka menemukan benda ini pada Mark ketika ia tewas. Kami kira Anda mungkin akan mengenalinya."
Sambil membuka dompet itu, ayah Mark dengansangat hati-hati mengeluarkan dua lembar kertas yang sudah diisolasi, dilipat berkali-kali. Sang guru langsung mengenalinya, bahwa kertas itu adalah kertas yang dibuat olehnya berisikan daftar kebaikan Mark yang ditulis oleh teman-teman sekelasnya.
"Terima kasih karena telah melakukan hal itu," ibu Mark berkata.
"Seperti yang Anda lihat, Mark menyimpannya sebagai salah satu hartanya."
Semua mantan teman sekelas Mark mulai berkumpul.
Charlie tersenyum dengan malu-malu sambil berkata, "Aku juga masih menyimpan daftarku.
Daftarku itu berada di bagian atas laci meja belajarku di rumah."
Istri Chuck berkata, "Chuck memintaku untuk meletakkannya di album pernikahan kami."
"Aku juga memilikinya," kata Marilyn. "Daftarku ada dalam buku harianku."
Kemudan Vicki, teman sekelas yang lain, mengambil buku sakunya, kemudian mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan daftarnya yang sudah kusam dan lecek kepada yang lain.
"Aku membawanya bersamaku setiap waktu," ujar Vicki, lalu sambungnya : "Aku rasa kita semua menyimpan daftar kita masing-masing."
Pada saat itu, sang guru terduduk dan menangis. Ia menangis karena Mark dan seluruh temannya tidak akan mungkin melihat Mark kembali.
Begitu banyak orang yang datang dan pergi di kehidupan kita. Dan kita tidak mengetahui kapan
hari itu akan tiba.
Jadi katakanlah kepada orang yang Anda kasihi dan cintai, bahwa mereka sangat penting dan
spesial dalam kehidupan Anda. Katakanlah kepada mereka sebelum terlambat.
9/28/2010 01:57:00 PM
Umar bin Khaththab sang Pemimpin
Pada suatu hari, seorang yahudi dari Mesir datang
ke Medinah
untuk menemui khalifah. Ia belum tahu, yang
mana Umar bin Khaththab, kepala pemerintahan
negeri Islam yang wilayah
kekuasaannya makin meluas itu. Kepada seorang
yang ditemuinya di
perjalanan, ia bertanya, "Di manakah
istana raja negeri ini?"
Orang itu menjawab, "Lepas lohor nanti ia akan
berada di tempat
istirahatnya, di depan masjid, dekat pohon kurma."
Yahudi itu
membayangkan, alangkah indahnya istana
khalifah, dihiasi kebun
kurma yang rindang, tempat berteduh merintang
rintang waktu.
Maka tatkala tiba di muka mesjid, ia kebingungan.
Sebab di sana tidak
ada sesosokpun bangunan megah yang mirip
istana. Memang ada
pohon kurma, namun cuma sebatang. Dan di
bawahnya, tampak
seorang lelaki bertubuh tinggi besar dengan jubah
yang telah luntur
warnanya tengah tidur tidur ayam. Yahudi itu
mendatanginya dan
bertanya, "Maaf, saya mau berjumpa dengan Umar
bin Khaththab."
Sambil bangkit Umar menjawab, "Akulah Umar bin
Khaththab."
Yahudi itu terbengong-bengong. "Maksud saya
Umar yang khalifah,
pemimpin negeri ini."
Umar menjelaskan, "Akulah khalifah, pemimpin
negeri ini."
Yahudi itu makin terlongong. Mulutnya terkatup
rapat, tidak bisa
bicara. Ia membandingkannya dengan para rahib
Yahudi yang
hidupnya serba gemerlapan, dan para raja Israel
yang istananya
gebyar - gebyar. Sungguh tidak masuk akal, ada
seorang peminpin
dari negeri yang begitu besar, tempat istirahatnya
hanya di atas
selembar tikar, di bawah pohon kurma, di tengah
langit yang terbuka.
" Di mana istana Tuan ?" tanya sang Yahudi.
Umar menuding, "Di sudut jalan itu, bangunan
nomor tiga dari yang
terakhir, kalau yang kau maksud adalah
kediamanku."
"Maksud Tuan yang kecil dan kusam itu?" si
Yahudi tambah
keheranan. "Ya namun itu bukan istanaku. Sebab
istanaku berada
dalam hati, yang tentram dengan ibadah kepada
Tuhan," sambut
Umar sembari tersenyum. Yahudi itupun kini
runduk. Kedatangannya
yang berniat melampiaskan kemarahan dan
tuntutan-tuntutannya,
berubah menjadi kepasrahan dengan segenap jiwa
raga. Sambil
matanya berkaca-kaca ia berkata, "Tuan
saksikanlah, sejak hari ini
saya mulai meyakini kebenaran agama Tuan.
Izinkanlah saya menjadi
pemeluk Islam sampai mati.
*************
Pernah pada suatu hari, sewaktu Umar sedang
duduk-duduk
bersama para
sahabat dan masyarakat lainnya di beranda
masjid, seorang lelaki
yang pakaiannya berdebu mendatangi Umar dan
bertanya, "Apakah
engkau yang bernama Umar, pemimpin orang-
orang beriman?"
Umar bin Khaththab mengangguk,"Betul."
"Terkutuklah engkau, Umar, " umpat orang itu
sambil berlalu.
Sejumlah sahabat tersinggung dan bangun cepat-
cepat untuk
memburu musafir itu. Tetapi Umar sendiri
mencegah karena ia sendiri
yang akan mengejarnya. Semua orang gemetar.
Mereka tahu, Umar
penaik darah. Apa akan jadinya orang itu bila
ditangani Umar dengan
marah? Celakalah dia. Namun yang terjadi
sangatmengejutkan
mereka. Dengan sopan Umar
menghentikan orang asing tadi, Lalu bertanya
penuh kesabaran, "
Tuan takkan mengutuk saya bila tak ada
sebabnya . Bolehkah saya
tahu latar belakangnya?"
"Engkau terkutuk lantaran membiarkan para
pegawaimu di Mesir
berbuat sewenang-wenang."
Umar terperangah. Ia adalah pemimpin. Bukan
hanya bagi
masyarakat, namun juga atas para pegawainya
dan anak buahnya.
Jika mereka bertindak salah, dia harus ikut
menerima getahnya. Umar
menunduk sedih. Lantas ia mengirimkan
peringatan keras ke Mesir.
"Kalian adalah pemimpin yang tidak hanya
mempunyai hak, tetapi
dibebani kewajiban dan tanggung jawab. Barang
siapa diantara kalian
menyelewengkan wewenangnya, segera mundur
atau kujatuhi
tindakan tegas. Sebab pemimpin tidak cukup asal
bisa berkata baik,
tetapi yang lebih penting ia harus bisa berbuat
baik."
sumber : arroisi,Abdurrahman, 30 Kisah teladan
ke Medinah
untuk menemui khalifah. Ia belum tahu, yang
mana Umar bin Khaththab, kepala pemerintahan
negeri Islam yang wilayah
kekuasaannya makin meluas itu. Kepada seorang
yang ditemuinya di
perjalanan, ia bertanya, "Di manakah
istana raja negeri ini?"
Orang itu menjawab, "Lepas lohor nanti ia akan
berada di tempat
istirahatnya, di depan masjid, dekat pohon kurma."
Yahudi itu
membayangkan, alangkah indahnya istana
khalifah, dihiasi kebun
kurma yang rindang, tempat berteduh merintang
rintang waktu.
Maka tatkala tiba di muka mesjid, ia kebingungan.
Sebab di sana tidak
ada sesosokpun bangunan megah yang mirip
istana. Memang ada
pohon kurma, namun cuma sebatang. Dan di
bawahnya, tampak
seorang lelaki bertubuh tinggi besar dengan jubah
yang telah luntur
warnanya tengah tidur tidur ayam. Yahudi itu
mendatanginya dan
bertanya, "Maaf, saya mau berjumpa dengan Umar
bin Khaththab."
Sambil bangkit Umar menjawab, "Akulah Umar bin
Khaththab."
Yahudi itu terbengong-bengong. "Maksud saya
Umar yang khalifah,
pemimpin negeri ini."
Umar menjelaskan, "Akulah khalifah, pemimpin
negeri ini."
Yahudi itu makin terlongong. Mulutnya terkatup
rapat, tidak bisa
bicara. Ia membandingkannya dengan para rahib
Yahudi yang
hidupnya serba gemerlapan, dan para raja Israel
yang istananya
gebyar - gebyar. Sungguh tidak masuk akal, ada
seorang peminpin
dari negeri yang begitu besar, tempat istirahatnya
hanya di atas
selembar tikar, di bawah pohon kurma, di tengah
langit yang terbuka.
" Di mana istana Tuan ?" tanya sang Yahudi.
Umar menuding, "Di sudut jalan itu, bangunan
nomor tiga dari yang
terakhir, kalau yang kau maksud adalah
kediamanku."
"Maksud Tuan yang kecil dan kusam itu?" si
Yahudi tambah
keheranan. "Ya namun itu bukan istanaku. Sebab
istanaku berada
dalam hati, yang tentram dengan ibadah kepada
Tuhan," sambut
Umar sembari tersenyum. Yahudi itupun kini
runduk. Kedatangannya
yang berniat melampiaskan kemarahan dan
tuntutan-tuntutannya,
berubah menjadi kepasrahan dengan segenap jiwa
raga. Sambil
matanya berkaca-kaca ia berkata, "Tuan
saksikanlah, sejak hari ini
saya mulai meyakini kebenaran agama Tuan.
Izinkanlah saya menjadi
pemeluk Islam sampai mati.
*************
Pernah pada suatu hari, sewaktu Umar sedang
duduk-duduk
bersama para
sahabat dan masyarakat lainnya di beranda
masjid, seorang lelaki
yang pakaiannya berdebu mendatangi Umar dan
bertanya, "Apakah
engkau yang bernama Umar, pemimpin orang-
orang beriman?"
Umar bin Khaththab mengangguk,"Betul."
"Terkutuklah engkau, Umar, " umpat orang itu
sambil berlalu.
Sejumlah sahabat tersinggung dan bangun cepat-
cepat untuk
memburu musafir itu. Tetapi Umar sendiri
mencegah karena ia sendiri
yang akan mengejarnya. Semua orang gemetar.
Mereka tahu, Umar
penaik darah. Apa akan jadinya orang itu bila
ditangani Umar dengan
marah? Celakalah dia. Namun yang terjadi
sangatmengejutkan
mereka. Dengan sopan Umar
menghentikan orang asing tadi, Lalu bertanya
penuh kesabaran, "
Tuan takkan mengutuk saya bila tak ada
sebabnya . Bolehkah saya
tahu latar belakangnya?"
"Engkau terkutuk lantaran membiarkan para
pegawaimu di Mesir
berbuat sewenang-wenang."
Umar terperangah. Ia adalah pemimpin. Bukan
hanya bagi
masyarakat, namun juga atas para pegawainya
dan anak buahnya.
Jika mereka bertindak salah, dia harus ikut
menerima getahnya. Umar
menunduk sedih. Lantas ia mengirimkan
peringatan keras ke Mesir.
"Kalian adalah pemimpin yang tidak hanya
mempunyai hak, tetapi
dibebani kewajiban dan tanggung jawab. Barang
siapa diantara kalian
menyelewengkan wewenangnya, segera mundur
atau kujatuhi
tindakan tegas. Sebab pemimpin tidak cukup asal
bisa berkata baik,
tetapi yang lebih penting ia harus bisa berbuat
baik."
sumber : arroisi,Abdurrahman, 30 Kisah teladan
9/28/2010 01:56:00 PM
Tunjukkan Kasih Sayang Selagi Sempat !!!!
Ada seorang pengusaha muda yang pagi
itu
terburu-buru berangkat kantor karena ia
bangun
rada kesiangan. Sementara pagi itu ia
ada meeting
dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-
buru, ia
tidak sempat menikmati sarapan pagi
buatan
isterinya. Ia lalu memutuskan untuk
mampir ke
sebuah toko untuk membeli roti sebagai
ganti
sarapan pagi. Pikirnya, "nanti roti ini
dimakan di
kantor saja".
Ketika ia sedang memilih roti yang
hendak
dibelinya, matanya tertarik mengamati
seorang anak
kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang
sedang
memilih bunga di toko sebelah. Anak
kecil ini
terlihat sedang tawar menawar harga
bunga dengan
pelayan toko tersebut. "Mbak, harga
bunga ini
berapa?" tanyanya kepada pelayan
toko. "Lima puluh
ribu rupiah", jawab sang pelayan.
Kemudian ia
memilih bunga yang lain dan bertanya
kembali,
"Kalau bunga yang ini berapa?" . "Ini
lebih mahal
lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!"
jawab sang
pelayan. "Kalau yang ini berapa?"
tanyanya sambil
menunjukkan bunga yang lebih bagus
lagi. "Ini
harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!"
jawab
sang pelayan.
Anak ini terlihat bingung karena harga
bunganya
bertambah tinggi, sementara ia tidak
menyadari
bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga
yang paling
bagus. Dengan sedih ia
bertanya, "Adakah bunga
yang harganya lima ribu?". Anak ini
ternyata hanya
memiliki uang lima ribu rupiah walau
keinginannya
untuk mendapatkan bunga itu sangat
besar. Belum
sempat pelayan toko itu menjawab,
pengusaha muda
ini segera bertanya kepada sang
anak, "Nak, kamu
mau beli bunga buat siapa?" Kemudian
anak ini
menjawab, "Saya mau beli bunga buat
mama, karena
hari ini mama ulang tahun!" Pengusaha
muda ini
tersentak, dalam hatinya ia
berkata, "Wah... mati
aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang
tahun. Aku
belum mengucapkan selamat ulang
tahun kepadanya.
Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!"
Segera ia berkata kepada pelayan
toko, "Mbak, saya
beli bunga ini. Saya beli dua ikat.
Satunya buat
anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke
alamat
rumah saya," katanya sambil memberikan
kartu
namanya. Kemudian pengusaha muda
itu memberikan
bunga tersebut kepada sang anak dan
mengucapkan
terima kasih sudah mengingatkannya
bahwa hari ini
ternyata isterinya juga berulang tahun.
Anak itu
kemudian pergi.
Pengusaha ini segera bergegas ke
mobilnya dan
melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika
ia sedang
mengendarai mobil, ia melewati anak
kecil tadi
sedang berjalan. Iapun berhenti dan
bertanya
apakah ia satu jurusan dengannya. Anak
kecil itu
mengiyakan dan kemudian masuk ke
dalam mobilnya.
Sampai di suatu tempat yang agak sepi
anak ini
minta turun. Pengusaha muda tersebut
heran melihat
anak kecil ini masuk melewati sebuah
lorong kecil.
Karena penasaran, ia mengikuti sang
anak dari
belakang. Betapa terkejutnya ia ketika
melihat
anak kecil ini menaruh bunganya di
sebuah gundukan
tanah kuning yang masih basah.
Kemudian ia bertanya, "Nak, ini kuburan
siapa?"
Anak kecil itu kemudian
menjawab, "Oom, hari ini
mama ulang tahun. Tetapi sayang,
mama baru saja
meninggal dua hari yang lalu. Oleh
sebab itu saya
datang ke tempat ini untuk membawakan
mama bunga
dan mengucapkan selamat ulang tahun."
Pengusaha
muda begitu tersentak dengan perkataan
anak ini.
"Apakah isteriku masih hidup saat ini?"
tanyanya
dalam hati.
Segeralah ia berlari masuk ke mobil,
mengendarainya dengan kecepatan
tinggi dan menuju
ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia
berkata
kepada pelayan toko, "Mana bunga yang
tadi saya
beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar
saya saja
yang langsung memberikannya ke tangan
isteri saya."
Dengan cepat ia menyambar bunga
tersebut dan
menyetir pulang. Sampai di rumah, ia
segera
berlari mendapatkan isterinya. "Puji
Tuhan!
Isteriku masih hidup!"
Sambil memberikan bunga ia
berkata, "Isteriku,
selamat ulang tahun". Kemudian ia
mencium dan
memeluk isterinya kuat-kuat sambil
mengucap syukur
kepada Tuhan. Sambil menangis ia
berkata, "Terima
kasih, Tuhan. Engkau masih memberikan
kesempatan
kedua kepadaku."
Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan
aktifitas sehari-hari. Aktifitas dan rutinitas
ternyata sudah 'membunuh' perhatian dan
momen-momen penting yang harus
dinikmati bersama
orang-orang yang kita kasihi; orang tua,
suami,
isteri, anak-anak, dan saudara-saudara
kita. Demi
mengejar karier, uang dan jabatan
bahkan pelayanan
banyak orang melupakan keluarga.
Seorang
businessman hanya berpikir bahwa
memenuhi
kebutuhan materi isteri dan anak-anak
sudah
membuatnya merasa menjadi ayah yang
baik. Seorang
pelayan Tuhan berpikir bahwa dengan
sibuk dalam
pelayanan dan dikenal di mana-mana
sudah
membuatnya merasa menjadi orang yang
benar di
dalam keluarganya. Kita tidak sadar, kita
sudah
salah jika berpikir demikian.
Hari ini, kalau kita masih diberi
kesempatan untuk
hidup semua hanyalah kasih karunia
Tuhan. Oleh
sebab itu, jangan tunggu sampai besok
untuk
menunjukkan kasih dan sayang kita
kepada
orang-orang disekitar kita, terutama orang-
orang
yang paling dekat dengan kita. Jangan
tunggu
mereka mati kita baru menyadarinya.
Jangan tunggu
sampai besok! Karena kita tidak tahu apa
yang akan
terjadi dengan hari esok. Jika kita masih
hidup
pada hari ini berarti ini kesempatan
kedua buat
kita. Ambil kesempatan kedua yang
Tuhan anugrahkan
buat kita hari ini.
itu
terburu-buru berangkat kantor karena ia
bangun
rada kesiangan. Sementara pagi itu ia
ada meeting
dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-
buru, ia
tidak sempat menikmati sarapan pagi
buatan
isterinya. Ia lalu memutuskan untuk
mampir ke
sebuah toko untuk membeli roti sebagai
ganti
sarapan pagi. Pikirnya, "nanti roti ini
dimakan di
kantor saja".
Ketika ia sedang memilih roti yang
hendak
dibelinya, matanya tertarik mengamati
seorang anak
kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang
sedang
memilih bunga di toko sebelah. Anak
kecil ini
terlihat sedang tawar menawar harga
bunga dengan
pelayan toko tersebut. "Mbak, harga
bunga ini
berapa?" tanyanya kepada pelayan
toko. "Lima puluh
ribu rupiah", jawab sang pelayan.
Kemudian ia
memilih bunga yang lain dan bertanya
kembali,
"Kalau bunga yang ini berapa?" . "Ini
lebih mahal
lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!"
jawab sang
pelayan. "Kalau yang ini berapa?"
tanyanya sambil
menunjukkan bunga yang lebih bagus
lagi. "Ini
harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!"
jawab
sang pelayan.
Anak ini terlihat bingung karena harga
bunganya
bertambah tinggi, sementara ia tidak
menyadari
bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga
yang paling
bagus. Dengan sedih ia
bertanya, "Adakah bunga
yang harganya lima ribu?". Anak ini
ternyata hanya
memiliki uang lima ribu rupiah walau
keinginannya
untuk mendapatkan bunga itu sangat
besar. Belum
sempat pelayan toko itu menjawab,
pengusaha muda
ini segera bertanya kepada sang
anak, "Nak, kamu
mau beli bunga buat siapa?" Kemudian
anak ini
menjawab, "Saya mau beli bunga buat
mama, karena
hari ini mama ulang tahun!" Pengusaha
muda ini
tersentak, dalam hatinya ia
berkata, "Wah... mati
aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang
tahun. Aku
belum mengucapkan selamat ulang
tahun kepadanya.
Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!"
Segera ia berkata kepada pelayan
toko, "Mbak, saya
beli bunga ini. Saya beli dua ikat.
Satunya buat
anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke
alamat
rumah saya," katanya sambil memberikan
kartu
namanya. Kemudian pengusaha muda
itu memberikan
bunga tersebut kepada sang anak dan
mengucapkan
terima kasih sudah mengingatkannya
bahwa hari ini
ternyata isterinya juga berulang tahun.
Anak itu
kemudian pergi.
Pengusaha ini segera bergegas ke
mobilnya dan
melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika
ia sedang
mengendarai mobil, ia melewati anak
kecil tadi
sedang berjalan. Iapun berhenti dan
bertanya
apakah ia satu jurusan dengannya. Anak
kecil itu
mengiyakan dan kemudian masuk ke
dalam mobilnya.
Sampai di suatu tempat yang agak sepi
anak ini
minta turun. Pengusaha muda tersebut
heran melihat
anak kecil ini masuk melewati sebuah
lorong kecil.
Karena penasaran, ia mengikuti sang
anak dari
belakang. Betapa terkejutnya ia ketika
melihat
anak kecil ini menaruh bunganya di
sebuah gundukan
tanah kuning yang masih basah.
Kemudian ia bertanya, "Nak, ini kuburan
siapa?"
Anak kecil itu kemudian
menjawab, "Oom, hari ini
mama ulang tahun. Tetapi sayang,
mama baru saja
meninggal dua hari yang lalu. Oleh
sebab itu saya
datang ke tempat ini untuk membawakan
mama bunga
dan mengucapkan selamat ulang tahun."
Pengusaha
muda begitu tersentak dengan perkataan
anak ini.
"Apakah isteriku masih hidup saat ini?"
tanyanya
dalam hati.
Segeralah ia berlari masuk ke mobil,
mengendarainya dengan kecepatan
tinggi dan menuju
ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia
berkata
kepada pelayan toko, "Mana bunga yang
tadi saya
beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar
saya saja
yang langsung memberikannya ke tangan
isteri saya."
Dengan cepat ia menyambar bunga
tersebut dan
menyetir pulang. Sampai di rumah, ia
segera
berlari mendapatkan isterinya. "Puji
Tuhan!
Isteriku masih hidup!"
Sambil memberikan bunga ia
berkata, "Isteriku,
selamat ulang tahun". Kemudian ia
mencium dan
memeluk isterinya kuat-kuat sambil
mengucap syukur
kepada Tuhan. Sambil menangis ia
berkata, "Terima
kasih, Tuhan. Engkau masih memberikan
kesempatan
kedua kepadaku."
Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan
aktifitas sehari-hari. Aktifitas dan rutinitas
ternyata sudah 'membunuh' perhatian dan
momen-momen penting yang harus
dinikmati bersama
orang-orang yang kita kasihi; orang tua,
suami,
isteri, anak-anak, dan saudara-saudara
kita. Demi
mengejar karier, uang dan jabatan
bahkan pelayanan
banyak orang melupakan keluarga.
Seorang
businessman hanya berpikir bahwa
memenuhi
kebutuhan materi isteri dan anak-anak
sudah
membuatnya merasa menjadi ayah yang
baik. Seorang
pelayan Tuhan berpikir bahwa dengan
sibuk dalam
pelayanan dan dikenal di mana-mana
sudah
membuatnya merasa menjadi orang yang
benar di
dalam keluarganya. Kita tidak sadar, kita
sudah
salah jika berpikir demikian.
Hari ini, kalau kita masih diberi
kesempatan untuk
hidup semua hanyalah kasih karunia
Tuhan. Oleh
sebab itu, jangan tunggu sampai besok
untuk
menunjukkan kasih dan sayang kita
kepada
orang-orang disekitar kita, terutama orang-
orang
yang paling dekat dengan kita. Jangan
tunggu
mereka mati kita baru menyadarinya.
Jangan tunggu
sampai besok! Karena kita tidak tahu apa
yang akan
terjadi dengan hari esok. Jika kita masih
hidup
pada hari ini berarti ini kesempatan
kedua buat
kita. Ambil kesempatan kedua yang
Tuhan anugrahkan
buat kita hari ini.
9/28/2010 01:56:00 PM
Selembar bulu mata
Konon di Hari Pembalasan kelak, ada seorang
hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah,
menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat
maksiat. Tetapi ia bersikeras membantah. "Tidak.
Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya
tidak melakukan semua itu."
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-
betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam
dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri
dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi
anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg
sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.
Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-
saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa
kecuali aku dan
suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.
Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg
memandangi." Disusul oleh
telinga, "Saya yg mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang
mencium." Bibir mengaku,
"Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan
meneruskan, "Saya
yang meraba dan meremas."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika
ketahuan." "Nah kalau
kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan
memberikan kesaksian
tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.
Orang tersebut tidak
dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa
dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal
dijebloskan ke dalam
jahanam.
Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari
tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu,
sekonyong-konyong
terdengar
suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:
"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai
saksi."
"Silakan", kata malaikat.
"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu
tengh malam yg
lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata
ketika ia sedang
menangis menyesali perbuatan buruknya.
Bukankah nabinya pernah
berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba
kemudian bertobat,
walaupun selembar bulu matanya saja yg
terbasahi air matanya,
namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api
neraka? Maka
saya, selembar bulu matanya, berani tampil
sebagai saksi bahwa ia
telah melakukan tobat sampai membasahi saya
dengan air mata
penyesalan."
Konon, dengan kesaksian selembar bulu mata itu,
orang tersebut
di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga.
Sampai terdengar
suara bergaung kepada para penghuni
surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan
ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu
mata."
sumber : Arroisi, Abdurrahman K.H.
hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah,
menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat
maksiat. Tetapi ia bersikeras membantah. "Tidak.
Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya
tidak melakukan semua itu."
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-
betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam
dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri
dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi
anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg
sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.
Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-
saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa
kecuali aku dan
suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.
Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg
memandangi." Disusul oleh
telinga, "Saya yg mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang
mencium." Bibir mengaku,
"Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan
meneruskan, "Saya
yang meraba dan meremas."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika
ketahuan." "Nah kalau
kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan
memberikan kesaksian
tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.
Orang tersebut tidak
dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa
dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal
dijebloskan ke dalam
jahanam.
Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari
tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu,
sekonyong-konyong
terdengar
suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:
"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai
saksi."
"Silakan", kata malaikat.
"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu
tengh malam yg
lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata
ketika ia sedang
menangis menyesali perbuatan buruknya.
Bukankah nabinya pernah
berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba
kemudian bertobat,
walaupun selembar bulu matanya saja yg
terbasahi air matanya,
namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api
neraka? Maka
saya, selembar bulu matanya, berani tampil
sebagai saksi bahwa ia
telah melakukan tobat sampai membasahi saya
dengan air mata
penyesalan."
Konon, dengan kesaksian selembar bulu mata itu,
orang tersebut
di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga.
Sampai terdengar
suara bergaung kepada para penghuni
surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan
ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu
mata."
sumber : Arroisi, Abdurrahman K.H.
9/28/2010 01:55:00 PM
Sang Juara
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang
mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan.
Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini
adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang
sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil
mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,
sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Ahmad. Mobilnya tak
istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang
masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil
Ahmad lah yang paling tak sempurna. Beberapa
anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk
berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik.
Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu
kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan
hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya.
Namun, Ahmad bangga dengan itu semua, sebab,
mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan
mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di
garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah
siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya.
Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Ahmad meminta waktu
sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak
berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya
terpejam, dengan tangan tang bertangkup
memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia
berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan
kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-
kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan
cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat,
menjagokan mobilnya masing-
masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju",
begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang
harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah
terlambai. Dan, Ahmad lah pemenangnya. Ya,
semuanya senang, begitu juga Ahmad. Ia berucap,
dan berkomat-kamit lagi dalam
hati. "Alhamdulillah, Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Ahmad maju ke depan
dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan,
ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti
tadi berdoa kepada Allah swt agar kamu menang,
bukan?". Ahmad terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu
yang aku panjatkan" kata Ahmad.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk
meminta pada Allah swt untuk menolongmu
mengalahkan saudaramu yang lain. "Aku, hanya
bermohon pada Allah swt, supaya aku tak
menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam
mendengar itu. Setelah beberapa saat,
terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang
memenuhi ruangan
mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan.
Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini
adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang
sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil
mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,
sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Ahmad. Mobilnya tak
istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang
masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil
Ahmad lah yang paling tak sempurna. Beberapa
anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk
berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik.
Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu
kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan
hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya.
Namun, Ahmad bangga dengan itu semua, sebab,
mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan
mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di
garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah
siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya.
Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Ahmad meminta waktu
sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak
berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya
terpejam, dengan tangan tang bertangkup
memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia
berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan
kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-
kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan
cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat,
menjagokan mobilnya masing-
masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju",
begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang
harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah
terlambai. Dan, Ahmad lah pemenangnya. Ya,
semuanya senang, begitu juga Ahmad. Ia berucap,
dan berkomat-kamit lagi dalam
hati. "Alhamdulillah, Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Ahmad maju ke depan
dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan,
ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti
tadi berdoa kepada Allah swt agar kamu menang,
bukan?". Ahmad terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu
yang aku panjatkan" kata Ahmad.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk
meminta pada Allah swt untuk menolongmu
mengalahkan saudaramu yang lain. "Aku, hanya
bermohon pada Allah swt, supaya aku tak
menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam
mendengar itu. Setelah beberapa saat,
terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang
memenuhi ruangan
9/28/2010 01:54:00 PM
Peristiwa Penting Rabiul - Awal
PERISTIWA PENTING BULAN RABIUL-AWAL
Ada banyak peristiwa penting yang telah
dicatatkan oleh sejarah jatuh bangunnya tamadun
Islam di dalam bulan Rabiulawal ini dan
diantaranya ialah :
1. Kelahiran junjungan besar kita, Muhammad
Rasulullah s.a.w. Mengikut sumber-sumber
mengatakan bahawa nabi s.a.w lahir pada 12
Rabiul Awwal tahun gajah bersamaan 23 April
571M. Ini adalah sumber yang masyhur dan
menjadi amalan umat Islam di Dunia mengadakan
sambutan Maulidurrasul pada 12 Rabiul Awwal di
setiap tahun sehinggalah sekarang.
2. Perlantikan Nabi s.a.w menjadi Rasul. Di bulan
Rabiulawal inilah Nabi s.a.w diangkat menjadi
Rasul. Ketika ini Nabi s.a.w berumur 40 tahun.
Maka dengan ini bermulah dakwah baginda secara
rasmi di Makkah Al-Mukarramah.
3. Hijrah Tarikh hijrah adalah tarikh tibanya
Rasulullah s.a.w di Madinah al-Munawwarah pada
ketika itu di sebut Yathrib. Rasulullah s.a.w
sampai di Quba' pada hari Isnin 8 Rabiulawal dan
Baginda sampai di Kota Madinah pada hari Jumaat
12 Rabiulawal dan Baginda menunaikan solat
Jumaat yang pertama.
4. Peperangan Banyak peperangan yang telah
terjadi pada zaman Rasulullah s.a.w diantara
tentera Islam dan tentera kuffar. Diantara
peperangan yang berlaku di bulan Rabiulawal ialah
peperangan Safwan (Badar pertama), Bawat, Zi
Amar (Ghatfan), Bani An-Nadhir, Daumatul Jandal
dan peperangan Bani Lahyan.
5. Wafatnya junjungan besar kita, Muhammad
Rasulullah s.a.w. Rasulullah telah wafat pada hari
Isnin 12 Rabiulawal 11H bersamaan 7 Jun 632M.
Baginda wafat di rumah isterinya Aisyah r.a dan
dikebumikan di Madinah Al-Munawwarah.
6. Syaidina Abu Bakar r.a menjadi khalifah pada
hari Rasulullah wafat, para sahabat tidak mahu
menangguh urusan pentadbiran kerajaan dan
segera membai'ah Syaidina Abu Bakar r.a di
Dewan Bani Sa'idah. Ini adalah kerana urusan
pentadbiran negara tidak boleh terhenti walau
seketika dan ia adalah nadi sesebuah kerajaan.
Sebahagian sahabat pula menguruskan
pengkebumian jenazah Rasulullah s.a.w yang
diketuai oleh Syaidina Ali r.a merupakan Ahli Bait
Rasulullah s.a.w.
7. Pembukaan Iraq Tentera Islam yang dipimpin
oleh Khalid Ibni Walid r.a telah memasuki Iraq dan
bermulalah pemerintahan Islam di bumi Iraq di
zaman Syaidina Abu Bakar r.a.
8. Pembukaan Baitul-Muqaddis oleh Salahuddin Al-
Ayubi telah memimpin tentera Islam menewaskan
tentera Salib dan seterusnya membuka pintu bagi
pembukaan Baitul-Muqaddis pada tahun 583 H.
9. Kejatuhan Empayar kerajaan Islam Sepanyol
Kubu terakhir tentera Islam di Andalusia telah
ditumbangkan oleh tentera Sepanyol yang
dipimpin oleh Ferdinando dan Isabella pada tahun
897H. Bermulalah kemusnahan tempat-tempat
bersejarah warisan umat Islam, masjid-masjid
ditukar menjadi gereja dan muzium dan tiada lagi
suara azan di negara tersebut.
Ada banyak peristiwa penting yang telah
dicatatkan oleh sejarah jatuh bangunnya tamadun
Islam di dalam bulan Rabiulawal ini dan
diantaranya ialah :
1. Kelahiran junjungan besar kita, Muhammad
Rasulullah s.a.w. Mengikut sumber-sumber
mengatakan bahawa nabi s.a.w lahir pada 12
Rabiul Awwal tahun gajah bersamaan 23 April
571M. Ini adalah sumber yang masyhur dan
menjadi amalan umat Islam di Dunia mengadakan
sambutan Maulidurrasul pada 12 Rabiul Awwal di
setiap tahun sehinggalah sekarang.
2. Perlantikan Nabi s.a.w menjadi Rasul. Di bulan
Rabiulawal inilah Nabi s.a.w diangkat menjadi
Rasul. Ketika ini Nabi s.a.w berumur 40 tahun.
Maka dengan ini bermulah dakwah baginda secara
rasmi di Makkah Al-Mukarramah.
3. Hijrah Tarikh hijrah adalah tarikh tibanya
Rasulullah s.a.w di Madinah al-Munawwarah pada
ketika itu di sebut Yathrib. Rasulullah s.a.w
sampai di Quba' pada hari Isnin 8 Rabiulawal dan
Baginda sampai di Kota Madinah pada hari Jumaat
12 Rabiulawal dan Baginda menunaikan solat
Jumaat yang pertama.
4. Peperangan Banyak peperangan yang telah
terjadi pada zaman Rasulullah s.a.w diantara
tentera Islam dan tentera kuffar. Diantara
peperangan yang berlaku di bulan Rabiulawal ialah
peperangan Safwan (Badar pertama), Bawat, Zi
Amar (Ghatfan), Bani An-Nadhir, Daumatul Jandal
dan peperangan Bani Lahyan.
5. Wafatnya junjungan besar kita, Muhammad
Rasulullah s.a.w. Rasulullah telah wafat pada hari
Isnin 12 Rabiulawal 11H bersamaan 7 Jun 632M.
Baginda wafat di rumah isterinya Aisyah r.a dan
dikebumikan di Madinah Al-Munawwarah.
6. Syaidina Abu Bakar r.a menjadi khalifah pada
hari Rasulullah wafat, para sahabat tidak mahu
menangguh urusan pentadbiran kerajaan dan
segera membai'ah Syaidina Abu Bakar r.a di
Dewan Bani Sa'idah. Ini adalah kerana urusan
pentadbiran negara tidak boleh terhenti walau
seketika dan ia adalah nadi sesebuah kerajaan.
Sebahagian sahabat pula menguruskan
pengkebumian jenazah Rasulullah s.a.w yang
diketuai oleh Syaidina Ali r.a merupakan Ahli Bait
Rasulullah s.a.w.
7. Pembukaan Iraq Tentera Islam yang dipimpin
oleh Khalid Ibni Walid r.a telah memasuki Iraq dan
bermulalah pemerintahan Islam di bumi Iraq di
zaman Syaidina Abu Bakar r.a.
8. Pembukaan Baitul-Muqaddis oleh Salahuddin Al-
Ayubi telah memimpin tentera Islam menewaskan
tentera Salib dan seterusnya membuka pintu bagi
pembukaan Baitul-Muqaddis pada tahun 583 H.
9. Kejatuhan Empayar kerajaan Islam Sepanyol
Kubu terakhir tentera Islam di Andalusia telah
ditumbangkan oleh tentera Sepanyol yang
dipimpin oleh Ferdinando dan Isabella pada tahun
897H. Bermulalah kemusnahan tempat-tempat
bersejarah warisan umat Islam, masjid-masjid
ditukar menjadi gereja dan muzium dan tiada lagi
suara azan di negara tersebut.
9/28/2010 01:54:00 PM
Pendaki
Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang
sedang bersiap-siap melakukan
perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan
beragam
carabiner(pengait) yang tampak bergelantungan. Tak
lupa tali-temali yang
disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian
kali ini cukup
berat,persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.
Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang
tinggi. Puncaknya tak
terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan
berarak-arak disekitarnya,
membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi
didalamnya. Mulailah
pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan
bersalju yang terbentang di
hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya,
tampak menancap setiap kali
ia mengayunkan langkah.
Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia
menghadapi dinding yang
terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah.
Dipersiapkannya tali
temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu
terlalu curam, ia harus
mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa
kait ditancapkan,tiba-tiba
terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga,
ada badai salju yang datang
tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras
menimpa tubuh sang pendaki.
Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus
berjatuhan disertai deru angin
yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah
dinding.
Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit.
Namun,
untunglah,tali-temali dan pengait telah
menyelamatkan tubuhnya dari dinding
yang curam itu. Semua perlengkapannya telah
lenyap, hanya ada sebilah pisau
yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung
terbalik di dinding yang
terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya
tampak memutih. ia ! tak
tahu dimana ia berada. Sang pendaki begitu cemas,
lalu ia berkomat-kamit,
memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari
bencana ini. Mulutnya terus
bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang
padanya.
Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan
itu, tampak terdengar
suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya
melakukan sesuatu. "Potong tali
itu.... potong tali itu. Terdengar senyap
melintasi telinganya. Sang pendaki
bingung, apakah ini perintah dari Tuhan?
Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan?
Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah
menyelamatkannya, sementara
dinding ini begitu terjal?
Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana
aku bisa tahu?
Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia
merenungi keputusan ini, dan
ia tak mengambil keputusan apa-apa...
Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki
menemukan ada tubuh yang
tergantung terbalik di sebuah dinding terjal Tubuh
itu tampak membeku, dan
tampak telah meninggal karena kedinginan.
Sementara itu, batas tubuh itu
dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....
**************
Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa
bodohnya pendaki itu, yang tak
mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan
menyesalkan tindakan pendaki
itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya.
Pendaki itu tentu akan bisa
selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah
yang hanya berjarak 1 meter.
Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali
itulah yang justru membuatnya
terhalang.
Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang
Pencipta tampak tak melindungi
hamba-Nya?
Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak
sekali beban,masalah,
hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan
kehidupan ini. Kita sering
mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang
terus menghantam tubuh
kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang
lurus,tanpa perlu menanjak,
agar kita terbebas dari semua halang! an itu?
Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta
buat kita, adalah
latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi
yang ditempa, adalah seperti
pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di
dalam semua ujian, dan
latihan itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada
tersembunyi tanda-tanda,
asal KITA PERCAYA.
Ya, asal kita percaya. Seberapa besar rasa percaya
kita kepada Sang
Pencipta, sehingga mampu membuat kita "memotong
tali pengait" saat kita
tergantung terbalik?
Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang
Pencipta, hingga kita mau
menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?
Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan
terus hal itu dalam
kalbumu. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,
maka penuhilah nuranimu
dengan kekuatan itu.Teman, percayalah, akan ada
petunjuk-petunjuk Sang
Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan
kehidupan ini. Carilah,
gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu.
Sebab, saat kita telah
percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan
tanpa disangka.
sedang bersiap-siap melakukan
perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan
beragam
carabiner(pengait) yang tampak bergelantungan. Tak
lupa tali-temali yang
disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian
kali ini cukup
berat,persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.
Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang
tinggi. Puncaknya tak
terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan
berarak-arak disekitarnya,
membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi
didalamnya. Mulailah
pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan
bersalju yang terbentang di
hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya,
tampak menancap setiap kali
ia mengayunkan langkah.
Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia
menghadapi dinding yang
terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah.
Dipersiapkannya tali
temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu
terlalu curam, ia harus
mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa
kait ditancapkan,tiba-tiba
terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga,
ada badai salju yang datang
tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras
menimpa tubuh sang pendaki.
Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus
berjatuhan disertai deru angin
yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah
dinding.
Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit.
Namun,
untunglah,tali-temali dan pengait telah
menyelamatkan tubuhnya dari dinding
yang curam itu. Semua perlengkapannya telah
lenyap, hanya ada sebilah pisau
yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung
terbalik di dinding yang
terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya
tampak memutih. ia ! tak
tahu dimana ia berada. Sang pendaki begitu cemas,
lalu ia berkomat-kamit,
memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari
bencana ini. Mulutnya terus
bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang
padanya.
Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan
itu, tampak terdengar
suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya
melakukan sesuatu. "Potong tali
itu.... potong tali itu. Terdengar senyap
melintasi telinganya. Sang pendaki
bingung, apakah ini perintah dari Tuhan?
Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan?
Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah
menyelamatkannya, sementara
dinding ini begitu terjal?
Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana
aku bisa tahu?
Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia
merenungi keputusan ini, dan
ia tak mengambil keputusan apa-apa...
Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki
menemukan ada tubuh yang
tergantung terbalik di sebuah dinding terjal Tubuh
itu tampak membeku, dan
tampak telah meninggal karena kedinginan.
Sementara itu, batas tubuh itu
dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....
**************
Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa
bodohnya pendaki itu, yang tak
mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan
menyesalkan tindakan pendaki
itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya.
Pendaki itu tentu akan bisa
selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah
yang hanya berjarak 1 meter.
Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali
itulah yang justru membuatnya
terhalang.
Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang
Pencipta tampak tak melindungi
hamba-Nya?
Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak
sekali beban,masalah,
hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan
kehidupan ini. Kita sering
mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang
terus menghantam tubuh
kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang
lurus,tanpa perlu menanjak,
agar kita terbebas dari semua halang! an itu?
Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta
buat kita, adalah
latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi
yang ditempa, adalah seperti
pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di
dalam semua ujian, dan
latihan itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada
tersembunyi tanda-tanda,
asal KITA PERCAYA.
Ya, asal kita percaya. Seberapa besar rasa percaya
kita kepada Sang
Pencipta, sehingga mampu membuat kita "memotong
tali pengait" saat kita
tergantung terbalik?
Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang
Pencipta, hingga kita mau
menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?
Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan
terus hal itu dalam
kalbumu. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,
maka penuhilah nuranimu
dengan kekuatan itu.Teman, percayalah, akan ada
petunjuk-petunjuk Sang
Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan
kehidupan ini. Carilah,
gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu.
Sebab, saat kita telah
percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan
tanpa disangka.
9/28/2010 01:54:00 PM
Mulailah Mencintai
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di
Jepang.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah,
seseorang
mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang
biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok
yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai
rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap
di
antara ruang kosong itu karena kakinya melekat
pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu
ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku
tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika
rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi?
Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan
kondisi
terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan
gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun,
itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk
akal.
Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat
bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah
dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku
itu! Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan
memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan
apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.
Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor
kadal lain muncul dengan makanan di
mulutnya...HHHHA !!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata
ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan
kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah.
Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil
seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan
tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya
selama 10 tahun.
Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat
memiliki karunia yang begitu mengagumkan. Saya
tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya
mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin
antara keluarga, teman, kekasih, saudara lelaki,
saudara perempuan.....
Berusahalah semampumu untuk tetap dekat
dengan
orang-orang yang kita kasihi.
JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG
YANG ANDA KASIHI !!!
Bagikan cerita ini kepada semua orang yang telah
menyentuh hidup anda dan membuat
anda bertumbuh, mengerti, dan memahami lebih
dalam
lagi tentang hidup.
Bagikan cerita ini untuk semua orang. Semoga
setiap orang dicintai.
Sebuah catatan dari Cae Hiew:
"Cinta membuat jiwamu muda kembali dan
menghilangkan semua keriput"
Jadi: Mulailah mencintai
Jepang.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah,
seseorang
mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang
biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok
yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai
rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap
di
antara ruang kosong itu karena kakinya melekat
pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu
ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku
tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika
rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi?
Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan
kondisi
terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan
gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun,
itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk
akal.
Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat
bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah
dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku
itu! Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan
memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan
apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.
Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor
kadal lain muncul dengan makanan di
mulutnya...HHHHA !!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata
ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan
kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah.
Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil
seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan
tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya
selama 10 tahun.
Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat
memiliki karunia yang begitu mengagumkan. Saya
tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya
mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin
antara keluarga, teman, kekasih, saudara lelaki,
saudara perempuan.....
Berusahalah semampumu untuk tetap dekat
dengan
orang-orang yang kita kasihi.
JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG
YANG ANDA KASIHI !!!
Bagikan cerita ini kepada semua orang yang telah
menyentuh hidup anda dan membuat
anda bertumbuh, mengerti, dan memahami lebih
dalam
lagi tentang hidup.
Bagikan cerita ini untuk semua orang. Semoga
setiap orang dicintai.
Sebuah catatan dari Cae Hiew:
"Cinta membuat jiwamu muda kembali dan
menghilangkan semua keriput"
Jadi: Mulailah mencintai
9/28/2010 01:53:00 PM
MenangisLah!
"Seorang yang menangis karena takut kepada Allah tidak akan masuk neraka sekalipun air susu kembali masuk kekantong kelenjarnya (perumpamaan untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi, artinya dia pasti dibebaskan dari neraka)",
Hadist sahih ini dari Abu hurairah diriwayatkan oleh Nasaa'i dan al-tirmidzi.
Menangis, kadang sulit dilakukan, walaupun sejak lahir manusia sudah terbiasa menangis.
Sulit dilakukan saat dalam lapang dan bahagia.
Ketika ada bencana, ujian, musibah, baru mata setetes demi setetes mengalirkan air mata, yang kadang entah untuk apa? dan tanpa makna.
Pernahkah kita menitikkan air mata saat terlintas siksaan Allah? azabnya yang begitu pedih, neraka yang menyala-nyala?, mungkin tidak, atau jarang sekali.
Padahal "Mata yang menangis ditengah keheningan malam karena takut kepada Allah, tidak akan tersentuh api neraka", begitu sabda Rasulullah saw dalam hadist hasan riwayat Al-Tirmidzi.
Dalam Hadist mauquf (sanadnya hanya sampai kepada sahabat) Disebutkan: "Tidak ada seorang hamba mukminpun yang meneteskan air matanya karena takut kepada Allah, meskipun butiran air mata tersebut sebesar kepala lalat dan air mata itu menetes disalah satu bagian wajahnya, kecuali Allah mengharamkannya masuk neraka."
"Wahai saudaraku-saudaraku sekalian, tidakkah kalian menangis karena rindu kepada Allah. Bukankah sesungguhnya orang yang menangis karena takut kepada neraka akan dilindungi Allah dari neraka tersebut?" Demikian nasehat Abdul Wahid bin Zaid.
Benar, menangis bisa menyelamatkan kita dari jilatan api neraka.
Didalam hadist Abdurrahman bin Samurah, Nabi saw, bersabda: "Suatu malam aku bermimpi,
"kemudian Nabi menyebutkan hadist dengan redaksi yang sangat panjang.
salah satu isinya adalah sabda beliau: "Aku telah melihat seorang laki-laki dari umatku dipinggir neraka jahannam, kemudian dia dihampiri oleh rasa takut (yang dia miliki) kepada Allah.
Amal itu (rasa takut kepada Allah) akhirnya menyelamatkannya dia dari api neraka Jahannam.
Dan Aku Melihat ada seorang lelaki dari umatku terjatuh kedalam neraka.
Akan tetapi dia didatangi oleh tetesan air matanya (yang menetes) karena takut kepada Allah.
Maka air mata itupun mengeluarkan dia dari api neraka."
Karenanya jangan sia-siakan airmata hanya untuk menangisi sesuatu yang tak abadi, menangislah karena takut akan siksaan dan azab Allah swt, jauhilah kemaksiatan, mohonkan ampunan kepada Allah.
Tetesan air mata yang mengalir sekarang akan menjadi embun penyejuk pada hari perhitungan kelak, maka menangislah saudaraku, agar selamat..!
Hadist sahih ini dari Abu hurairah diriwayatkan oleh Nasaa'i dan al-tirmidzi.
Menangis, kadang sulit dilakukan, walaupun sejak lahir manusia sudah terbiasa menangis.
Sulit dilakukan saat dalam lapang dan bahagia.
Ketika ada bencana, ujian, musibah, baru mata setetes demi setetes mengalirkan air mata, yang kadang entah untuk apa? dan tanpa makna.
Pernahkah kita menitikkan air mata saat terlintas siksaan Allah? azabnya yang begitu pedih, neraka yang menyala-nyala?, mungkin tidak, atau jarang sekali.
Padahal "Mata yang menangis ditengah keheningan malam karena takut kepada Allah, tidak akan tersentuh api neraka", begitu sabda Rasulullah saw dalam hadist hasan riwayat Al-Tirmidzi.
Dalam Hadist mauquf (sanadnya hanya sampai kepada sahabat) Disebutkan: "Tidak ada seorang hamba mukminpun yang meneteskan air matanya karena takut kepada Allah, meskipun butiran air mata tersebut sebesar kepala lalat dan air mata itu menetes disalah satu bagian wajahnya, kecuali Allah mengharamkannya masuk neraka."
"Wahai saudaraku-saudaraku sekalian, tidakkah kalian menangis karena rindu kepada Allah. Bukankah sesungguhnya orang yang menangis karena takut kepada neraka akan dilindungi Allah dari neraka tersebut?" Demikian nasehat Abdul Wahid bin Zaid.
Benar, menangis bisa menyelamatkan kita dari jilatan api neraka.
Didalam hadist Abdurrahman bin Samurah, Nabi saw, bersabda: "Suatu malam aku bermimpi,
"kemudian Nabi menyebutkan hadist dengan redaksi yang sangat panjang.
salah satu isinya adalah sabda beliau: "Aku telah melihat seorang laki-laki dari umatku dipinggir neraka jahannam, kemudian dia dihampiri oleh rasa takut (yang dia miliki) kepada Allah.
Amal itu (rasa takut kepada Allah) akhirnya menyelamatkannya dia dari api neraka Jahannam.
Dan Aku Melihat ada seorang lelaki dari umatku terjatuh kedalam neraka.
Akan tetapi dia didatangi oleh tetesan air matanya (yang menetes) karena takut kepada Allah.
Maka air mata itupun mengeluarkan dia dari api neraka."
Karenanya jangan sia-siakan airmata hanya untuk menangisi sesuatu yang tak abadi, menangislah karena takut akan siksaan dan azab Allah swt, jauhilah kemaksiatan, mohonkan ampunan kepada Allah.
Tetesan air mata yang mengalir sekarang akan menjadi embun penyejuk pada hari perhitungan kelak, maka menangislah saudaraku, agar selamat..!
9/28/2010 01:53:00 PM
Lowongan Anggota Syurga!!!!!!!!!!!
Kesempatan ini akan diberikan kepada Semua orang tanpa pengecualian.
Anda hanya perlu membaca dan mengerti.
LOWONGAN UNTUK POSISI;
a. I. Anggota Syurga Dari Awal.
b. II. Anggota Neraka Dari Awal.
c. III. Anggota Neraka temporer Kemudian ditransfer ke Syurga.
I. EMPAT KEUNTUNGAN (untuk posisi a ):
a. Nikmat kubur.
b. Perlindungan di Padang Mahsyar.
c. Keselamatan Meniti Sirath-al mustaqim.
d. Syurga yang kekal abadi.
WAKTU WAWANCARA/INTERVIEW
Kapan saja secara adhoc mulai dari saat membaca iklan ini.
LOKASI WAWANCARA/INTERVIEW:
Dalam kubur (alam barzakh).
SYARAT:
Tidak diperlukan ijazah
Tidak diperlukan pangkat atau sertifikat.
Tidak perlu bawa harta(yang banyak)
Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi'
Hanya diperlukan bawa dokumen asli Iman dan Amal.
Yang melakukan interview; Mungkar dan Nangkir.
INI ...NIH BOCORAN PERTANYAAN INTERVIEW
(6 Soal)
1. Siapa Tuhan engkau?
2. Apa Agama engkau?
3. Siapa nabi engkau?
4. Apa Kitab engkau?
5. Dimana Kiblat engkau?
6. Siapa Saudara engkau?
CARA MELAMAR:
Tak perlu kemana-mana dan bersusah payah, Anda hanya menunggu jemputan yang berkaliber untuk menjemput anda.
Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (mungkin sebentar lagi), namanya Izrail.
TIPS UNTUK BERHASIL DALAM WAWANCARA TERTUTUP INI:
Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal, yang bermaksud; Sabda Rasululloh SAW:
"Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur, sesungguhnya jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu. Jika mayat itu seorang muslim, maka sholat yang dilakukannya ketika beliau masih hidup akan diletakkan di kepalanya, puasanya diletakkan di sebelah kanannya, zakatnya diletakkan di sebelah kirinya dan amalan kebajikan sedekah, silaturrohim, masalah kebajikan dan ihsan diletakkan di ujung kedua kakinya.
Ia akan didatangi malaikat dari bagian kepala, maka sholat itu berkata kepada malaikat: "dari bagianku tidak ada jalan masuk".
Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kanan, maka puasa berkata kepadanya: "dari bagianku tidak ada jalan masuk".
Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kiri, maka zakat berkata kepadanya: "dari bagianku tidak ada jalan masuk".
Kemudian dia didatangi dari arah ujung kakinya dan berkatalah amal kebajikan: "di bahagianku tidak ada jalan masuk".
Maka malaikat berkata kepadanya: "Duduklah kamu". Kepadanya (mayat) diperlihatkan matahari yang sudah mulai terbenam.
Lalu malaikat bertanya kepada mayat itu:
"Apakah pandangan kamu tentang seorang laki-laki (Muhammad) yang kamu dahulu sentiasa berbicara tentang dia, Dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya?"
Maka mayat itu berkata: "Tinggalkan aku sebentar, aku hendak sembahyang".
Malaikat berkata: "sesungguhnya engkau akan mengerjakan sholat (boleh saja) tetapi jawab dahulu apa yang kami tanyakan ini. Apakah pandangan kamu tentang
seorang laki-laki (Muhammad) yang dahulu kamu selalu berbicara tentang dia; dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya?"
Maka berkata mayat itu: "Laki-laki itu Nabi Muhammad saw dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad saw itu ialah utusan Alloh yang membawa kebenaran dari Alloh SWT."
Maka malaikat berkata kepada mayat itu; "Demikianlah kamu dihidupkan dan begitu juga kamu dimatikan dan dengan demikian juga kamu dibangkitkan semula di akhirat, Insya Alloh. Kemudian dibukakan baginya satu pintu disyurga, maka dikatakan kepadanya itulah tempat kamu dan itulah janji Alloh pada kamu dan kamu akan berada di dalamnya".
Maka bertambah gembiralah mayat itu. Kemudian dilapangkan kuburnya seluas 70 hasta dan disinari cahaya baginya"
Wah......Nampaknya pertahanan kita perlu kuat nich.........dari semua penjuru (kepala, kanan, kiri dan ujung kaki). !
II. Untuk posisi (b) tidak diperlukan belajar, gak usah berpikir, hiduplah sesuka anda.....Wallahu-a'lam.
III. Untuk posisi (c) hanya diperlukan ibadah ala kadarnya (asal ucapin kalimat Tauhid), dan hidup sesuka anda.....Wallahu-a'lam.
Anda hanya perlu membaca dan mengerti.
LOWONGAN UNTUK POSISI;
a. I. Anggota Syurga Dari Awal.
b. II. Anggota Neraka Dari Awal.
c. III. Anggota Neraka temporer Kemudian ditransfer ke Syurga.
I. EMPAT KEUNTUNGAN (untuk posisi a ):
a. Nikmat kubur.
b. Perlindungan di Padang Mahsyar.
c. Keselamatan Meniti Sirath-al mustaqim.
d. Syurga yang kekal abadi.
WAKTU WAWANCARA/INTERVIEW
Kapan saja secara adhoc mulai dari saat membaca iklan ini.
LOKASI WAWANCARA/INTERVIEW:
Dalam kubur (alam barzakh).
SYARAT:
Tidak diperlukan ijazah
Tidak diperlukan pangkat atau sertifikat.
Tidak perlu bawa harta(yang banyak)
Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi'
Hanya diperlukan bawa dokumen asli Iman dan Amal.
Yang melakukan interview; Mungkar dan Nangkir.
INI ...NIH BOCORAN PERTANYAAN INTERVIEW
(6 Soal)
1. Siapa Tuhan engkau?
2. Apa Agama engkau?
3. Siapa nabi engkau?
4. Apa Kitab engkau?
5. Dimana Kiblat engkau?
6. Siapa Saudara engkau?
CARA MELAMAR:
Tak perlu kemana-mana dan bersusah payah, Anda hanya menunggu jemputan yang berkaliber untuk menjemput anda.
Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (mungkin sebentar lagi), namanya Izrail.
TIPS UNTUK BERHASIL DALAM WAWANCARA TERTUTUP INI:
Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal, yang bermaksud; Sabda Rasululloh SAW:
"Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur, sesungguhnya jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu. Jika mayat itu seorang muslim, maka sholat yang dilakukannya ketika beliau masih hidup akan diletakkan di kepalanya, puasanya diletakkan di sebelah kanannya, zakatnya diletakkan di sebelah kirinya dan amalan kebajikan sedekah, silaturrohim, masalah kebajikan dan ihsan diletakkan di ujung kedua kakinya.
Ia akan didatangi malaikat dari bagian kepala, maka sholat itu berkata kepada malaikat: "dari bagianku tidak ada jalan masuk".
Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kanan, maka puasa berkata kepadanya: "dari bagianku tidak ada jalan masuk".
Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kiri, maka zakat berkata kepadanya: "dari bagianku tidak ada jalan masuk".
Kemudian dia didatangi dari arah ujung kakinya dan berkatalah amal kebajikan: "di bahagianku tidak ada jalan masuk".
Maka malaikat berkata kepadanya: "Duduklah kamu". Kepadanya (mayat) diperlihatkan matahari yang sudah mulai terbenam.
Lalu malaikat bertanya kepada mayat itu:
"Apakah pandangan kamu tentang seorang laki-laki (Muhammad) yang kamu dahulu sentiasa berbicara tentang dia, Dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya?"
Maka mayat itu berkata: "Tinggalkan aku sebentar, aku hendak sembahyang".
Malaikat berkata: "sesungguhnya engkau akan mengerjakan sholat (boleh saja) tetapi jawab dahulu apa yang kami tanyakan ini. Apakah pandangan kamu tentang
seorang laki-laki (Muhammad) yang dahulu kamu selalu berbicara tentang dia; dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya?"
Maka berkata mayat itu: "Laki-laki itu Nabi Muhammad saw dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad saw itu ialah utusan Alloh yang membawa kebenaran dari Alloh SWT."
Maka malaikat berkata kepada mayat itu; "Demikianlah kamu dihidupkan dan begitu juga kamu dimatikan dan dengan demikian juga kamu dibangkitkan semula di akhirat, Insya Alloh. Kemudian dibukakan baginya satu pintu disyurga, maka dikatakan kepadanya itulah tempat kamu dan itulah janji Alloh pada kamu dan kamu akan berada di dalamnya".
Maka bertambah gembiralah mayat itu. Kemudian dilapangkan kuburnya seluas 70 hasta dan disinari cahaya baginya"
Wah......Nampaknya pertahanan kita perlu kuat nich.........dari semua penjuru (kepala, kanan, kiri dan ujung kaki). !
II. Untuk posisi (b) tidak diperlukan belajar, gak usah berpikir, hiduplah sesuka anda.....Wallahu-a'lam.
III. Untuk posisi (c) hanya diperlukan ibadah ala kadarnya (asal ucapin kalimat Tauhid), dan hidup sesuka anda.....Wallahu-a'lam.
9/28/2010 01:53:00 PM
Love U Mama !!!!!!!!!!!!!!
LOVE U MOM..
Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.
Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.
9/28/2010 01:52:00 PM
Kuatnya Sebongkah Harapan
Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini.
Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual.
Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan.
Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana.
Sang suami pun telah tiada.
Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil sebelah pasar.
Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota.
Cucunya sudah beberapa.
Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan.
Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli.
Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?
"Harapan nak! Jangan kehilangan harapan.
Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya.
Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian.
Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia".
Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual.
Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan.
Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana.
Sang suami pun telah tiada.
Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil sebelah pasar.
Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota.
Cucunya sudah beberapa.
Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan.
Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli.
Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?
"Harapan nak! Jangan kehilangan harapan.
Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya.
Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian.
Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia".
9/28/2010 01:52:00 PM
Ketika Tuhan Berkata Tidak
Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
9/28/2010 01:52:00 PM
Kebenarian Dapat Mengubah Hidup Anda
"Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there."?
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar.
Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar.
Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk.
Aristotle mengatakan bahwa, "The conquering of fear is the beginning of wisdom.
Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan."
Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka.
Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.
Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, "Fortune favors the bold. ? Keberuntungan menyukai keberanian."
Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya.
Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka.
Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.
Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya.
Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?
Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar?
Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion).
Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.
Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan.
Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap.
Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar.
Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan, "Don't fear change, embrace it. ? Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat."
Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.
Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga.
Samuel Johnson mengatakan bahwa, "Whatever enlarges hope will also exalt courage. ? Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian."
Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun.
Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.
Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion).
Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis.
Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi.
Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.
Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu.
Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi.
Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya.
Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu.
Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.
Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses.
Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja.
Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus.
Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, "All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. ? Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian."
Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.*
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar.
Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar.
Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk.
Aristotle mengatakan bahwa, "The conquering of fear is the beginning of wisdom.
Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan."
Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka.
Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.
Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, "Fortune favors the bold. ? Keberuntungan menyukai keberanian."
Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya.
Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka.
Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.
Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya.
Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?
Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar?
Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion).
Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.
Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan.
Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap.
Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar.
Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan, "Don't fear change, embrace it. ? Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat."
Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.
Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga.
Samuel Johnson mengatakan bahwa, "Whatever enlarges hope will also exalt courage. ? Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian."
Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun.
Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.
Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion).
Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis.
Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi.
Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.
Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu.
Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi.
Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya.
Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu.
Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.
Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses.
Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja.
Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus.
Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, "All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. ? Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian."
Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.*
9/28/2010 01:51:00 PM
Dosa Yang Tak Dapat Di Ampuni Menurut Islam
1.Mempersekutukan Allah dengan yang lain
Al Qur'an berbunyi:
"Sesungguhnya Allah tiada mengampuni, jika Dia dipersekutukan dengan yang lain dan Dia mengampuni (dosa) yang kurang dari pada itu" (S.4 An Nisaa 116).
2.Membunuh Orang Beriman
Seperti yang dikatakan Al Qur'an:
"Barang siapa membunuh seorang Mukmin dengan disengaja, maka balasannya neraka jahanam, serta kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, serta mengutukinya dan menyediakan baginya siksaan besar" (S.4 An Nisaa' 93).
Abu Hunayfa berkata: "Tidak ada penebusan bagi pembunuhan yang disengaja.
3.Murtad
AlQur'an berkata dengan jelas:
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir sesudah beriman, niscaya tiada diterima taubat mereka dan mereka itulah orang-orang sesat" (S.3 Al Imran 90).
Para penafsir berpendapat, kemurtadan melipat gandakan ketidakpercayaan (kekafiran).
Dengan kata lain, orang yang murtad dan terus melakukan dosanya, menambah ketidaksetiaan pada kefasikannya.
Al Kaffal dan Ibnu Al Anbari:
"Barang siapa meninggalkan imannya sesudah taubat, maka taubat yang murni itu tidak akan diterima. Seperti tidak pernah terjadi."
Al Qur'an berbunyi:
"Sesungguhnya Allah tiada mengampuni, jika Dia dipersekutukan dengan yang lain dan Dia mengampuni (dosa) yang kurang dari pada itu" (S.4 An Nisaa 116).
2.Membunuh Orang Beriman
Seperti yang dikatakan Al Qur'an:
"Barang siapa membunuh seorang Mukmin dengan disengaja, maka balasannya neraka jahanam, serta kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, serta mengutukinya dan menyediakan baginya siksaan besar" (S.4 An Nisaa' 93).
Abu Hunayfa berkata: "Tidak ada penebusan bagi pembunuhan yang disengaja.
3.Murtad
AlQur'an berkata dengan jelas:
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir sesudah beriman, niscaya tiada diterima taubat mereka dan mereka itulah orang-orang sesat" (S.3 Al Imran 90).
Para penafsir berpendapat, kemurtadan melipat gandakan ketidakpercayaan (kekafiran).
Dengan kata lain, orang yang murtad dan terus melakukan dosanya, menambah ketidaksetiaan pada kefasikannya.
Al Kaffal dan Ibnu Al Anbari:
"Barang siapa meninggalkan imannya sesudah taubat, maka taubat yang murni itu tidak akan diterima. Seperti tidak pernah terjadi."
9/28/2010 01:51:00 PM
Cangkir Cantik
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka.
Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.
Lihat cangkir itu, kata si nenek kepada suaminya.
Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara.
Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik.
Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna.
Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.
Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata belum !
lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang itu masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku.
Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.
Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras.
Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang itu berkata Belum !.
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin.
Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku.
Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata belum !
Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!
Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya.
Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.
Setelah puas menyiksaku kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca.
Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali.
Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik.
Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan :
Seperti itulah Allah membentuk kita.
Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan,
sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.
Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.
Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan suatu apapun.
Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk anda.
Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda.
Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.
Lihat cangkir itu, kata si nenek kepada suaminya.
Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara.
Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik.
Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna.
Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.
Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata belum !
lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang itu masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku.
Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.
Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras.
Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang itu berkata Belum !.
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin.
Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku.
Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata belum !
Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!
Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya.
Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.
Setelah puas menyiksaku kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca.
Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali.
Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik.
Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan :
Seperti itulah Allah membentuk kita.
Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan,
sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.
Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.
Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan suatu apapun.
Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk anda.
Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda.
9/28/2010 01:50:00 PM
Belajar Dari Belalang
Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut.
Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain.
Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,
"Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?".
Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,
"Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan".
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Renungan :
Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.
Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga,
seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita.
Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau menyingkirkan "kotak" itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami.
Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai.
Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.
Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda.
Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.
Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut.
Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain.
Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,
"Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?".
Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,
"Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan".
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Renungan :
Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.
Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga,
seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita.
Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau menyingkirkan "kotak" itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami.
Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai.
Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.
Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda.
Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.
Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran.
9/28/2010 01:49:00 PM
1 Tamparan Untuk 3 Pertanyaan
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air.
Sesampainya di rumah, ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, yaitu seorang kiyai.
Pemuda : Anda siapa? dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan orang-orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya!
2.Apakah yang dinamakan takdir!
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
"Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras".
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama... kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.
Sesampainya di rumah, ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, yaitu seorang kiyai.
Pemuda : Anda siapa? dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan orang-orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya!
2.Apakah yang dinamakan takdir!
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
"Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras".
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama... kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.
Langganan:
Postingan (Atom)

